SAYANGI JANTUNG ANDA DENGAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN

Di abad 20 ini dapat dengan mudah kita temukan berbagai literatur mengenai anatomi, kesehatan, maupun hubungan antara keduanya. Pemahaman kita tentang hal tersebut tidak terlepas dari penemuan pendahulu kita seperti Hippocrates (Bapak Kedokteran) , Andreas Vesalius (Bapak Anatomi Modern) , dan Abu Ali al-Husain ibn Abdallah ibn Sina/Avicenna. Tetapi yang disayangkan ialah kontribusi terhadap bidang kedokteran yang terdapat di teks keagamaan jarang sekali dimasukan ke literatur.

Di dalam Al-Qur’an dan hadits terdapat penggambaran yang akurat mengenai struktur anatomi, fisiologi, prosedur operasi, pengobatan, pencegahan, maupun kesehatan dari segi spiritual.

Dalam Al-Qur’an dan hadits juga dibicarakan mengenai jantung, darah, sistem sirkulasi, dan betapa pentingnya hal-hal tersebut.

Darah dan Sistem Sirkulasi
Darah disebutkan di beberapa bagian di Al-Qur’an dan hadits. Darah yang disebutkan tersebut secara umum berhubungan dengan keturunan, identitas, menstruasi, penyembelihan hewan untuk dikonsumsi, dan embriologi.

Dalam surat Al-Qaaf: 16 kita bisa lihat bagaimana deskripsi tentang dekatnya Allah dengan manusia.


“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Urat leher yang dimaksudkan dalam ayat tersebut ialah pembuluh darah yang terdapat di leher yaitu vena jugular.

Pertanyaan yang kemudian timbul dari ayat ini ialah mengapa harus menganalogikan kedekatan Allah dengan pembuluh darah? Lalu kenapa harus yang di leher? Sebegitu pentingkah pembuluh darah tersebut?

Jika kita lihat secara anatomis, vena jugular membawa darah dari bagian kepala (otak, kranium/tempurung kepala, wajah) dan leher untuk kembali ke jantung jadi bisa disimpulkan betapa penting dan vitalnya pembuluh ini.

Bisa kita lihat dari ayat ini kalau pencipta Al-Qur’an (Allah SWT) benar-benar mengetahui betapa pentingnya darah, pembuluh darah, serta sirkulasi darah di seluruh tubuh. Jika Allah tidak mengetahui pentingnya darah, pasti analogi yang digunakan bukanlah pembuluh darah yang notabenenya berfungsi untuk mengalirkan darah. Lalu jika Allah tidak mengetahui sirkulasi darah di seluruh tubuh, buat apa Allah men-spesifikasi-kan analoginya dengan pembuluh darah di leher?

Pembuluh darah besar lainnya yang disebutkan dalam Qur’an ialah Al-Aatiin (aorta). Aorta merupakan pembuluh darah besar yang mengalirkan darah langsung dari jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh.

Surat Al Haqqah ayat 45&46:


“Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.”

Maksud dari ayat tersebut ialah jika Rasulullah SAW berdusta terhadap Allah maka sanksi yang akan diberikan ialah pemotongan pembuluh darah yang keluar dari jantungnya (aorta) sehingga kematian adalah hasil akhirnya.

Aorta memiliki aliran darah yang cepat karena tekanannya langsung berasal dari kontraksi jantung, selain itu volume darahnya masih sangat banyak (hanya punya 1 percabangan kecil yaitu koroner) oleh karena itu ketika aorta dipotong maka konsekuensinya ialah akan terjadi pendarahan yang sangat hebat lalu syok dan dengan mudahnya dapat menimbulkan kematian.

Ayat ini menjelaskan bahwa:
1. Darah dipandang sebagai suatu “kendaraan” untuk hidup
2. Arteri yang langsung berasal dari jantung (aorta) penting untuk mempertahankan hidup.

Jantung
Jantung disebutkan beberapa kali di Al-Qur’an dan hadits. Perbedaan keadaan jantung (seringkali kata “heart” diartikan sebagai “hati” dalam teks Indonesia) digambarkan di Al-Qur’an menjadi tiga: keadaan jantung orang mukminin, kafirun, dan munafiqun. Orang-orang mukminin digambarkan memiliki jantung yang hidup, orang kafir memiliki jantung yang mati, sedangkan orang munafik memiliki jantung yang sakit.

Dua tipe jantung yang dijelaskan dalam Qur’an yaitu jantung secara spiritual dan fisik.

Para ulama menyatakan terdapat 2 tipe dari jantung spiritual: syubhat (keragu-raguan karena suatu hal yang dalilnya masih dalam pembicaraan atau masih ada perselisihan, maka lebih baik menghindari hal tersebut sebagai bentuk kehati-hatian) dan syahwat/nafsu yang ketika berlebihan maka akan membawa keburukan. Emosi, tingkah laku, pengetahuan, penyakit, keinginan, kejujuran, aksi dan reaksi semuanya berakar pada jantung. Dengan demikian, peranan jantung di dalam Islam tidak hanya dipandang secara fisiologi tetapi juga dari sisi psikologi.

Al-Qur’an dan hadits menganalogikan jantung sebagai pengatur emosi sehingga menjadikan jantung memiliki banyak karakteristik yang pada kedokteran modern dianggap berasal dari otak.

Selain memandang jantung dari sisi psikologis, Islam juga memandang jantung dari segi anatomis dan fisiologis.

“There is in the body a clump of flesh – if it becomes good, the whole body becomes good and if it becomes bad, the whole body becomes bad. And indeed it is the heart.”
-Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!- (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits diatas dapat diketahui bahwa ternyata jantung merupakan kumpulan otot (segumpal daging) dan bukannya cair seperti darah ataupun padat dan keras seperti tulang.

Terdapat juga hadits yang menggambarkan tentang proses operasi jantung, ekstraksi (pengeluaran) gumpalan darah/trombus, dan juga penanganan penyakit jantung.

“Ketika aku sedang berada di belakang rumah bersama saudaraku (saudara angkat) menggembalakan anak kambing, tiba-tiba aku didatangi dua orang lelaki-mereka mengenakan baju putih- dengan membawa baskom yang terbuat dari emas penuh dengan es (zam-zam). Kedua orang itu menangkapku, lalu membedah dadaku. Keduanya mengeluarkan hatiku dan membedahnya, lalu mereka mengeluarkan gumpalan hitam darinya dan membuangnya. Kemudian keduanya membersihkan dan menyucikan hatiku dengan air itu sampai bersih.”

Pendeskripsian mengenai proses operasi ini membutuhkan keilmuan di bidang anatomi jantung, fisiologi jantung, dan efek buruk trombus/gumpalan darah.

Penyakit kardiovaskular
Walaupun tidak dijelaskan secara eksplisit di Al-Qur’an dan hadits, gaya hidup yang diajarkan disana dapat menurunkan secara drastis kemungkinan seseorang mendapatkan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, penggumpalan darah, atherosklerosis, maupun arteriosklerosis dengan cara meningkatkan aktivitas spiritual, makan tidak berlebihan (cukup), kegiatan fisik yang cukup, mengurangi marah dan dengki, menghindari sifat rakus, dan tidak memakan makanan dan minuman yang diharamkan.

Muslim melakukan shalat wajib 5x sehari, terdiri dari gerakan berdiri, sujud, dan duduk. Ketika melakukan shalat, Allah menyuruh kita untuk tidak melakukannya dengan bermalas-malasan. Orang yang melakukan shalat secara bermalas-malasan tidak akan mendapatkan keuntungan apapun baik dari sisi spiritual maupun fisik untuk kesehatannya. Jumlah sujud bervariasi dari waktu sahalat satu dengan yang lain sehingga jumlah gerakan fisik pun menjadi turut berbeda. Terdapat peningkatan jumlah sujud dari pagi-malam sesuai dengan aktivitas yang dilakukan manusia. Ketika siang-sore seseorang biasanya makan dengan porsi lebih banyak, dengan melakukan aktivitas yang cukup pada saat tersebut dapat membantu mempercepat pencernaan makanan dan dalam jangka panjang dapat mengurangi peluang terbentuknya trombus. Rasulullah SAW menasehati kita untuk tidak segera tidur dan melakukan aktivitas yang berlebihan setelah makan.

Gerakan ketika shalat juga dapat mencegah terjadinya pembentukan thrombosis pada vena dalam (Deep Vein Thrombosis). Gerakan berdiri dan duduk yang dilakukan berulang-ulang sepanjang hari dapat mengaktifkan muscle pump (otot rangka yang membantu memberikan tekanan ke pembuluh darah untuk mengembalikan darah ke jantung) di bagian kaki (seperti gastrocnemius dan soleus) yang mampu meningkatkan venous return (kembalinya darah dari vena ke jantung) ketika berdiri dan memindahkan darah dari vena perifer (tepi) ke vena sentral sehingga dapat mencegah terjadinya edema (pembengkakan) dan pembentukan trombus.

Selain itu Rasulullah SAW juga menyarankan kepada kita untuk mengkonsumsi makanan-makanan seperti ikan yang rendah lemak dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, dan juga biji-bijian yang memiliki serat yang tinggi.

Kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya kerusakan pada pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner akibat atherosklerosis.

Allah melarang kita untuk memakan daging babi dan alkohol. Dengan mengkonsumsi daging babi, seseorang beresiko terkena penyakit seperti trichinella dan taeniasis, selain itu kandungan lemak dan kalorinya juga tinggi. Walaupun Allah mengakui adanya manfaat dari alkohol, tapi Allah menyatakan bahwa mudharat/keburukannya lebih banyak daripada manfaatnya jika dikonsumsi. Alkohol dapat mengakibatkan efek buruk pada banyak organ, seperti liver, usus, lambung, pankreas, jantung, dan otak.

Jadi, dengan mengikuti gaya hidup yang disarankan oleh Qur’an dan hadits dapat mengurangi kemungkinan terjadinya berbagai penyakit kardiovaskular.

Kesimpulan yang dapat diambil ialah:
-Al-Qur’an dan hadits tidak hanya bersifat religious dan spiritual tapi juga keilmiahan.
-Jantung digambarkan di Qur’an dan hadits sebagai organ secara psikologi dan fisik.
-Jantung, darah dan pembuluhnya, dan sistem sirkulasi sudah tercantum dengan begitu apiknya dengan pemahaman tingkat tinggi di Al-Qur’an jauh sebelum penelitian para ilmuwan.
-Banyak terdapat cara untuk menghindari penyakit kardiovaskular yang sudah diketahui sejak dulu kala bahkan sebelum para ilmuwan mengetahui penyakit tersebut terlebih patomekanisme penyakit itu.

Kitab (Al quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa

(Al-Baqarah:2)
Semoga bermanfaat. []

Referensi:
1.Loukas M, Saad Y, Tubbs RS, M.Shoja M. The heart and cardiovascular system in the Qur’an and Hadeeth. International Journal of Cardiology. 2009.
2.Ihsan M. Al-Qur’an Online + Murottal + Tafsir + Asbabun Nuzul. Available from: http://c.1asphost.com/sibin/AlQuran.asp.
3.Berbagai ilmu kedokteran yang pernah dipelajari

Advertisements

3 responses to “SAYANGI JANTUNG ANDA DENGAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN

  1. assalamua’alaikum vita,Subhanallah,belajar kedokteran ini sangat membuat diri kita sangat dekat dengan Tuhan , ..jazakillah sahabat atas peringatan yang bermanfaat ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s